entah aku harus mulai dari mana curahan ini, 7 tahun lalu kita bertemu di meja itu,. kita dipersatukan dalam nasip yang nyaris sama. Tertumpu di pulau ini dengan menggantungkan harapan yang sama pula.
ikatan persahabatan itu telah mendarah daging dalam diri kita, simpel nya aku sakit kalian pun ikut sakit, kalian bahagia aku pun ikut bahagia. saling curhat masalah pribadi, dari curhatan masalah Asmara sampai masalah keluarga, ketawa bareng, nangis bareng semua kita tumpahkan di atas meja hijau itu :D tak ada satu moment pun terlewatkan oleh kita.Surat Kecil untuk Putra Ku Haikal Adnan Adhitama
Masih ibu ingat bagaimana Doa doa yang ibu panjatkan kepada Allah agar engkau Hadir d Rahim ini deraian air mata ketika Allah masih memberi ibu kata tunggu setiap bulan penantian pecahnya tangis bahagia ketika kau yang d nanti telah datang dan hangatnya dekapan Ayahmu yang penuh dengan rasa Syukur ketika ibu memberitaunya tentang dua garis itu Nak Kali pertama ibu melihatmu dari layar kaca itu.. kau terlihat begitu sangaaat keciiil Allah Pasti tau bahwa ibu sudah mencintaimu jauh sebelum engkau hadir Bagiku detak jantung pertamamu menggetarkan langit dan bumi sama hal nya sewaktu ayahmu mengikrarkan kata menuju halalnya pernikahan kami 9 bulan lamanya kita habiskan waktu Bersama dimana engkau dan ibu dalam 1 hembusan nafas, dalam 1 denyut nadi, 1 aliran Asa dan dimana Rahim ini menjadi Saksi dimana ia menjadi tempat ternyaman bagimu kesedihanku menjadi gundahmu dan senyumku menjadi nyamanmu Hari ini waktu memberikan kita kesempatan untuk berdekapan langsung dalam hang...

Komentar
Posting Komentar